skip to main |
skip to sidebar
” Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya! “ (Tulisan dibawah saya dapatkan di guawijaya.wordpress.com, tidak saya edit atau tambah-tambah, saya benar2 terkesan dan tidak tahan menyimpannya sendiri, sehingga saya putuskan untuk berbagi dengan sadulur) TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad; “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?” Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .” Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan diri sang Presiden Iran tersebut. Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, eko nomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden? Lihat foto2 berikut yang menegaskan penjelasan di atas. Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka. Dan foto terakhir memperlihatkan ruang makan dimana presiden sedang menikmati makanannya.






"Jangan Bernafas kalo loe ga mau ngambil resiko dalam hidup ini...." kata - kata itu selalu terngiang - ngaing di telinga dari om gue...aneh, namun memiliki makna yang sangat berarti dan dalam buat gue.bahkan kata - kata itu menjadi pendorong spirit gua buat maju..benar sekali, buat kita - kita yang ga' berani ngambil resiko untuk sebuah keputusan yang sangat besar buat kita.suatu keputusan yang mengandung berbagai macam resiko yang harus kita jalanin kalau kita ambil keputusan itu. konsekwen yang bisa membuat kita maju untuk hidup atau hancur sekalian.
sungguh.... hal itu akan menjadi sangat berat buat kita yang tidak memiliki mental dan semangat untuk hidup, tidak berani mengambil resiko. cari safety for live.namun ga akan membuat dampak yang sangat besar buat kita. stagnasi aja yang akan kita dapatkan.rugi...sungguh sangat rugi untuk harga sebuah "hidup".
kalau kita pikir...kenapa kita ga berani ngambil resiko besar untuk perubahan besar dalam diri kita.bahkan didalam perut ibu kita ( pada saat kita dalam kandungan ),kita sudah mengambil resiko untuk muncul di dunia ini. lalu kenapa disaat kita sudah muncul didunia ini, kita ga' berani untuk mengambil resiko demi perubahan besar dalam diri kita.bukan kah Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak mau merubah jalan hidupnya sendiri...
Amrozi, Imam Samudra, Tukul, Budi Anduk,.. mereka sangat berani untuk mengambil keputusan besar untuk bisa " hidup "..kenapa gue enggak?kenapa loe enggak berani? kenapa kita ga' berani mengambil sebuah terobosan besar untuk mengubah jalan hidup kita.yach...kita harus membuat hidup kita menjadi lebih " Hidup" atau "Mati " sekalian.
Jadi....Kalo Loe ga mau ngerubah hidup loe,,,,jangan bernafas.Beres urusan.......!!!!!!